Bagaimana seorang Jurusan Teknik Sipil Auburn dari Thailand Mendapat Karir di Atlanta

Bagaimana seorang Jurusan Teknik Sipil Auburn dari Thailand Mendapat Karir di Atlanta

Dalam upaya kami untuk menghadirkan konten yang bagus kepada sebanyak mungkin orang, teks dalam artikel ini telah diterjemahkan dengan mesin jadi mohon maaf jika ada kesalahan. Terima kasih!

Musim semi ini, Natcha dengan bangga bergabung dengan jaringan alumni Universitas Auburn yang berjumlah 233.000 orang setelah mendapatkan gelar sarjana teknik sipil. Seorang mahasiswa internasional dari Thailand, impian Natcha untuk belajar di AS menjadi kenyataan ketika ia bergabung dengan Keluarga Auburn selama semester musim gugur 2016. Setelah meraih gelar sarjana ekonomi di Thailand, ia memilih untuk mengejar gelar sarjana keduanya di AS karena dia ingin memperluas wawasannya dan menjelajahi bidang baru.

“Pendidikan Amerika memungkinkan untuk pilihan,” katanya. “Tidak peduli apa jurusan Anda, Anda dapat mengambil kursus di bidang lain yang menarik minat Anda. Siswa [memiliki] lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi kemungkinan yang mungkin tidak mereka pertimbangkan. "

Dia menambahkan, “Pendidikan Amerika juga mendorong siswa untuk mengekspresikan pendapat mereka sendiri. Dari diskusi di dalam kelas hingga makalah yang dibawa pulang, siswa diberi lebih banyak ruang untuk berpikir. Kelas biasanya kecil dan menggabungkan metode pengajaran bergaya seminar yang memungkinkan diskusi. "

Saat meneliti berbagai sekolah di AS, Natcha tertarik ke Auburn University karena dia merasa universitas tersebut akan menyediakan lingkungan yang sempurna untuk studinya — terutama fasilitas kampusnya, lokasinya yang damai, dan cuaca Alabama.

Sejak Natcha tiba di kampus, dia merasa disambut oleh tim Auburn Global : dia masuk ke asramanya untuk melihat tempat tidur yang baru dirapikan, jadwal kelas yang sudah ditetapkan, kegiatan sosial yang direncanakan, dan banyak lagi.

Merasa nyaman — dan terlibat — di Auburn

Natcha tidak menyia-nyiakan waktu sesampainya di kampus. Sejak semester pertamanya, dia bergabung dengan sejumlah klub dan organisasi mahasiswa tempat dia bertemu orang baru dan membangun fondasi untuk persahabatan yang langgeng.

Natcha bergabung dengan International Buddy Program (IBP), sebuah organisasi yang dipimpin oleh siswa yang membantu menghubungkan siswa internasional dengan siswa Amerika. Sepanjang tahun, IBP menyelenggarakan beberapa acara kelompok untuk anggota, termasuk tarian formal, malam permainan, dan perayaan liburan budaya di mana banyak pasangan teman dapat berkumpul untuk mendapatkan lebih banyak teman. Pasangan teman didorong untuk bertemu langsung setidaknya dua kali sebulan untuk menghabiskan waktu bersama dan membina persahabatan baru mereka. Natcha dan teman-temannya melakukan perjalanan, merayakan liburan, dan belajar bersama.

Natcha juga bergabung dengan American Society of Civil Engineers (ASCE), di mana dia mengerjakan proyek dan simulasi yang mempraktikkan pengetahuan yang dia peroleh di kelas. Partisipasinya di ASCE juga membantunya mendapatkan sponsor untuk menghadiri konferensi pelajar ASCE secara gratis, di mana dia memiliki kesempatan untuk terhubung dengan insinyur sipil masa depan dari seluruh AS.

Penelitian, magang, dan kehidupan setelah lulus

Sepanjang waktunya di Auburn, Natcha terus mencari peluang untuk menerapkan pembelajarannya dari kelas ke skenario dunia nyata, yang dapat dia lakukan melalui partisipasi dalam proyek penelitian sarjana. Dia bekerja sama dengan salah satu profesornya dalam studi tentang mobilitas zona kerja. Studi tersebut bertujuan untuk menemukan apa yang menarik perhatian pengemudi saat mereka berada di jalan raya dan implikasi dari perubahan fokus tersebut. Natcha juga terlibat dalam studi untuk menentukan hubungan antara jejaring sosial dan pilihan perjalanan.

Natcha ingin memanfaatkan waktunya di Auburn dan mendapatkan pengalaman kerja sebanyak mungkin selama berada di AS. Tepat setelah menyelesaikan tahun keduanya, Natcha mendapatkan koperasi berbayar melalui Kota Auburn sebagai insinyur lalu lintas. Selama bekerja sama, dia melakukan studi lalu lintas dan mempelajari lebih lanjut tentang prosedur lalu lintas dan praktik terbaik.

Setelah tahun pertamanya, Natcha mendapatkan kesempatan magang berbayar lainnya di Atlanta dengan Stantec , sepuluh perusahaan konsultan internasional teratas. Sebagai pekerja magang transportasi di Stantec, Natcha merancang jalan di Georgia dan Carolina Selatan.

Halaman berikutnya dalam cerita Natcha akan mencakup memulai pekerjaan baru di Atlanta: dia akan bekerja sebagai insinyur jalan raya dengan Atkins , sebuah firma desain konsultan internasional terkemuka. Dia akan bertanggung jawab untuk merancang jalan dan sistem drainase. Suatu saat nanti, Natcha berharap bisa melanjutkan studinya dan memperluas pengetahuannya tentang perencanaan transportasi di sekolah pascasarjana.

Saat Natcha bersiap untuk meninggalkan Auburn dan memulai pekerjaannya, dia merenungkan waktunya di kampus: “Saya akan melewatkan pertandingan sepak bola di bagian mahasiswa, Dumps Likea Truck food truck , Toomer's Corner, dan Auburn University Bookstore. ”

Tapi, dia menambahkan, “hal terpenting yang akan saya rindukan adalah teman-teman saya. Beberapa akan bekerja di Atlanta, beberapa akan bekerja di negara bagian lain, beberapa [akan] melanjutkan ke sekolah pascasarjana. Persahabatan telah menjadi faktor yang membuat pengalaman kuliah saya di luar negeri begitu berwarna. ”

TemukanUniversitas Auburn

Show More

SUSA_img_200x55.jpg
Unduh majalah kami Study in the USA®